Tips Menjaga Printer Agar Lebih Awet

posted on 17 Aug 2015 09:11 by eduteknositus
Biasanya usia barang elektronik itu bisa uzur hingga lebih atas 5 tahun. Namun di beberapa kongsi besar biasanya tersedia siklus upgrading atau pergantian unit elektronik minimal 3 tahun sekali. Jika rancangan seperti sekolah dengan minim budget pemesanan bahkan kadang penyelenggaraan, barang-barang inventaris cengli di manfaatkan sampai dengan titik darah selesai hahaha.

Nah, saya mau sedikit share aja gimana caranya memperlakukan printer agar usia pakainya sanggup lebih lama dan kualitas cetaknya senantiasa terjaga. Berikut merupakan ulasannya.

Pertama, kita kerap alpa secara manual instructions. Biasanya beberapa printer punya perlakuan khusus terutama saat pertama kali pembelian. Ibarat membeli 1 buah handphone ada langkah-langkah aman yang kudu dilakukan terlebih dahulu. Misalnya dengan melaksanakan pemasangan screen guard akan mencegah murba pada layar pra pemakaian.

Begitu juga dgn printer. Misalnya untuk Canon PIXMA E400 ini harus dilakukan test print alignment untuk mengukur urutan lurus yang dihasilkan dari pencetakan printer. Nah, jika bukan sesuai dengan harapan biasanya bisa dijalani pembersihan head cartridge, tapi ini sangat jarang terjadi pada awal pembelian. Bila garis sudah putus-putus karena usia dan pemakaian wajar, oleh karena itu proses cleaning head atau kalibrasi dapat dilakukan untuk memperoleh hasil cetak yang maksimal.

Nah, buat printer yang sudah dilengkapi dengan fasilitas scanner seperti Canon PIXMA E400 berikut tentu tidak cuma sekedar test print page saja. Selesai test print page berhasil biasanya impak cetakan diharuskan buat di coba dilakukan pemindaian (scanning). Hal ini tentu pula untuk melihat prestasi dan fungsi scanner-nya. Jika proses tes scanning ini diabaikan biasanya printer tidak bisa beroperasi. Mempunyai memang langkah itu sudah terintegrasi serta perlu dilakukan.

Kedua, sebuah printer hendak bekerja dengan maksimal dan menghasilkan mutu cetakan dengan bagus tentu harus mempergunakan part original. Salah-satunya adalah cartridge. Benar2 banyak sekali godaan cartridge rekondisi yang bertambah murah, tapi resikonya justru berakibat pada penurunan hasil markah cetak dan memperpendek usia head printer. Jadi, konsumen kudu jeli dalam memilih sebuah printer. Tamsil menikah, seorang pengantin bukan hanya menjimak pasangannya semata namun demikian menikah dalam maksud bisa menerima sanak pasangan juga. Mempunyai ketika memilih sebuah printer, kita sungguh tau berapa harga isi ulang cartridgenya dan bagaimana mutu dan kualitasnya. Tidak jarang printer yang otentik bukan jualan printer melainkan jualan tinta.



Produk Canon PIXMA E400 berikut bisa dijadikan sebagai salah satu pertimbangan. Pasalnya kemampuan black cartridge made in Japan ini bisa menyesuaikan hampir sebanyak 400 lembar (satu muka). Untuk kemampuan cartridge color-nya pun sanggup sampai 300 lembar halaman ukuran A4 atau yang lebih kecil lagi. Kesukaan part original sudah harga mati supaya printer semakin awet dan terutama perolehan cetakannya berkualitas.

Ke-3, printer rumah umumnya jarang sekali dikenakan kecuali bagi tersebut yang bekerja pada rumah atau kantornya menggunakan spesifikasi home printer. Untuk menahan tinta printer, oleh karena itu minimal seminggu sangat printer diusahakan digunakan untuk mencetak arsip. Semementara untuk scanner tidak mengapa dipakai sesuai dengan niat saja. Berbeda dgn tinta infus yang mudah kering dan kadang bisa saja bocor. Inilah mengapa home printer tidak cocok menggunakan tinta infus karena frekuensi penggunaannya tidak akan sesering jika di pergunakan di kantor. Oleh sebab itu, printer sama halnya seperti motor ataupun mobil. Minimal perlu di panaskan seminggu sekali jika tak terlalu sering dikenakan untuk mencegah tinta mengering. Jika tak akan digunakan dalam ruang yang sangat lapuk, copot cartridge serta simpan di lokasi yang kering.

Comment

Comment:

Tweet